BEBERAPA SEGI MENGENAI BAHASA INGGERIS

Agustus 3rd, 2009 by ashadibjm

Nothing should be spoken before it has been heard.

Nothing should be read before it has been spoken.

Nothing should be written before it has been read

L.G.Alexander (Practice and Progress)

Belajar bahasa asing itu sebenarnya tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan pada umumnya, asal saja prosedur pembelajarannya sama atau meniru bagaimana cara kita mempelajari bahasa dari bahasa-ibu kita sendiri. Dalam hal ini ada suatu petunjuk yang selama ini kurang diperhatikan orang, yakni mengapa orang yang bisu itu juga bisa. Padahal orang tersebut organ-organ untuk dapat bercakap keadaanya normal, tuli. sebagaimana orang lainnya, yang kurang baik hanyalah organ-pendengarannya saja. Ini menunjukkan bahwa untuk dapat bercakap, mengunakan bahasa ibunya, syarat utamanya adalah dapat mendengar. Dengan kata lain adalah aktifnya syaraf-syaraf yang meneruskan getaran yang diterima oleh gendang-pendengar, yang menyampaikannya ke otak, yang kemudian diteruskan ke organ yang menggetarkan pita-suara untuk dapat menirunya sekaligus untuk dapat mengingatnya. Inilah proses tahap pertama dan utama bagaimana kita dapat menguasai bahasa-ibu kita yang berlangsung sejak kita dilahirkan. Dengan berfungsinya kedua jenis getaran tadi oleh otak, maka tersimpanlah datanya, yang pada awal mulanya berupa konsep dasar. Dengan adanya masukan konsep-konsep dasar baru akan terbentuklah suatu rangkaian baru semacam IC (Integrated Circuit). Sejumlah IC akan dapat dirangkai menjadi sejenis Card dan akhir jadi semacam Chip, layaknya seperti yang ditiru oleh perancang mesin komputer.Yang jelas dapat disimpulkan, bahwa untuk menguasai bahasa, bukan hanya bahasa-ibu, itu harus dengan bekal pertama dan utama berupa kesanggupan mendengarkan (listening). Ingat, bukan mendengar (hear), yang lebih bersifat mekanik daripada proses psiko.

Read the rest of this entry »

MY FIRST ONLINE EXPERIENCE

Juli 24th, 2009 by ashadibjm

Kehidupan ku memang tidak seberuntung anak-anak jaman sekarang yang serba instant, sejak duduk dibangku SMA, aku harus bekerja membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan ku sendiri. Maklum bapak hanyalah seorang buruh kecil di pabrik plywood. Aku bekerja di tempat sablon paro waktu, Tugasku hanyalah merapikan dan mempacking hasil sablonan yang telah jadi sekalian sebagai kurir yang selalu disuruh kesana kemari. Antar sana antar sini, ambil sana ambil sini. Ya… itulah resiko sebuah pekerjaan, dan aku menganggap itu hanyalah sebuah rutinitas belaka. Dan aku sangat mensyukuri itu, karena pak Yanto boss ku mau menerima aku bekerja di tempatnya.

Read the rest of this entry »